Ada pertanyaan?

Telepon 021-8404859

Email sdn.ra.fadillah@gmail.com

Bendera Merah Putih Garuda Pancasila

KPKP Tinjau Lokasi Penanaman dan Penempatan Ikan di SDN Cijantung 03 Pagi

In: Adiwiyata Mandiri, Kegiatan Sekolah, Kunjungan

Jakarta, 28 Januari 2026, SDN Cijantung 03 Pagi menerima kunjungan 5 orang perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) dalam rangka peninjauan kesiapan lokasi penanaman tanaman edukatif serta sistem penempatan dan perawatan ikan air tawar di lingkungan sekolah.

Rombongan KPKP dipimpin oleh Kasatpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Bapak Janu Kurniadi, dan disambut langsung oleh Kepala Sekolah Dila Apridianti, M.Pd, didampingi Ibu Hasriani Tasang, S.Pd, serta Bapak Ridwan Kamil, S.Kom.

Pemeriksaan Area Tanam Sekolah

Tim KPKP melakukan pengecekan pada beberapa titik lahan sekolah yang direncanakan untuk penanaman tanaman produktif dan tanaman pendukung ekosistem kolam. Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan beberapa rekomendasi teknis, antara lain:

  • Tanaman yang tidak sesuai dengan konsep ekosistem kolam agar segera dipindahkan atau diambil.
  • Penanaman jenis tanaman aromatik seperti daun jeruk purut, yang mengandung minyak atsiri (sitronelal dan limonene). Senyawa ini secara ilmiah diketahui dapat membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme tertentu serta mengurangi bau tidak sedap di sekitar perairan.

Rekomendasi ini sejalan dengan konsep ekosistem mini terintegrasi, di mana vegetasi di sekitar kolam berfungsi sebagai penyeimbang mikroklimat, penyaring alami, sekaligus sarana pembelajaran biologi kontekstual bagi siswa.

Peninjauan Sistem Kolam dan Budidaya Ikan

Tim KPKP juga meninjau kolam yang telah diisi ikan nila dan ikan tawes. Kedua jenis ikan tersebut dipilih karena memiliki karakteristik:

  • Adaptif terhadap lingkungan air tawar
  • Tahan terhadap perubahan suhu
  • Mudah dipelihara dan cocok untuk budidaya skala sekolah

Namun, untuk menjamin kelangsungan hidup ikan, tim KPKP yang dipimpin oleh Bapak Janu Kurniadi menekankan beberapa aspek teknis penting.

Sistem Aerasi (Pompa Oksigen)

Kolam disarankan untuk dilengkapi dengan:

  • Pompa udara (aerator)
  • Pompa sirkulasi air keluar

Secara ilmiah, ikan membutuhkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) minimal 4–6 mg/L agar metabolisme dan sistem pernapasan melalui insang dapat berjalan optimal. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan stres, penurunan nafsu makan, meningkatnya risiko penyakit, hingga kematian ikan secara massal.

Pembersihan Kolam Secara Bertahap

Bagian depan kolam, khususnya area dekat kolam koi dan saluran masuk air, disarankan untuk:

  • Mengaktifkan pompa terlebih dahulu
  • Melakukan pembersihan secara perlahan dan bertahap

Cara ini bertujuan menghindari shock lingkungan, karena perubahan mendadak pada pH, suhu, dan tingkat kekeruhan air dapat mengganggu keseimbangan fisiologis ikan. Kotoran organik seperti sisa pakan dan lumut juga dianjurkan diangkat sebagian saja agar bakteri baik (bakteri nitrifikasi) tetap terjaga untuk mengurai amonia menjadi senyawa yang lebih aman.

Prosedur Setelah Distribusi Ikan

Tim KPKP turut memberikan panduan pasca penempatan ikan, yaitu:

  • Pemberian larutan garam ikan dengan dosis rendah (±0,1–0,3%) untuk membantu mengurangi stres, membunuh parasit eksternal, dan mempercepat adaptasi ikan.
  • Ikan tidak diberi pakan selama ±24 jam pertama setelah dipindahkan.

Secara biologis, ikan yang baru dipindahkan mengalami peningkatan hormon stres (kortisol). Jika langsung diberi makan, sistem pencernaan belum siap bekerja optimal sehingga dapat menurunkan kualitas air akibat sisa pakan yang membusuk.

Program Edukasi Lingkungan Sekolah

Pihak sekolah menyampaikan bahwa program penanaman dan budidaya ikan ini akan dimanfaatkan sebagai:

  • Media pembelajaran IPA terapan
  • Edukasi ketahanan pangan sejak dini
  • Penguatan karakter peduli lingkungan
  • Praktik langsung pengenalan ekosistem air tawar

Kepala Sekolah, Dila Apridianti, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas pendampingan teknis yang diberikan oleh KPKP:

“Kami berharap program ini tidak hanya membuat lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan produktif, tetapi juga membantu siswa memahami ilmu pengetahuan secara nyata melalui praktik langsung.”

Penutup

Kunjungan yang dipimpin oleh Kasatpel KPKP Bapak Janu Kurniadi ini menegaskan komitmen KPKP dalam mendukung sekolah sebagai pusat edukasi pangan berkelanjutan. SDN Cijantung 03 Pagi diharapkan dapat menjadi contoh sekolah dasar yang mampu mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penerapan ilmu lingkungan dan perikanan secara sederhana, ilmiah, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

📝 LAPOR!

lapor.go.id adalah layanan resmi pemerintah untuk menyampaikan aspirasi, saran, atau pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik di seluruh Indonesia.
Klik tombol di bawah untuk menyampaikan laporan Anda melalui sistem SP4N-LAPOR!
🔗 Kunjungi LAPOR!

Ringkasan: Permenkominfo 2017 — Portal & Situs Web Pemerintahan

Website Sekolah kami mengacu pada ketentuan pengelolaan portal & situs web instansi pemerintahan. Untuk dokumen lengkap, gunakan tombol preview atau buka di Google Drive.

Inti: Pengelola portal wajib menata konten, menjamin akurasi, menyediakan layanan publik, memastikan keamanan & aksesibilitas, serta melakukan evaluasi berkala.

🔗 Buka di Tab Baru

Catatan: Jika preview tidak tampil, pastikan akses Google Drive diatur ke “Anyone with link – Viewer”.